Sekedar memalingkan hati dan semua perasaan kita kepada makhluk dengan kecintaan dan pengagungan terhadap sesuatu yang tidak diperbolehkan kecuali kepada Allah, itu berarti bahwa ia telah menyembah kepadanya. Orang yang mengakui mencintai wali-wali dan orang-orang sholeh yang sudah meninggal tetapi mengagungkan dan mengkultuskan mereka melebihi batasan syari'at, pada hakikatnya ia telah menyembah mereka. Karena dengan mencintai mereka secara berlebihan menjadikan ia berpaling kepada mereka, lalu menjadikan untuk mereka maulid atau nadzar serta thawaf disekeliling kabah, dengan tujuan memohon pertolongan, meminta bantuan, dan pemberian dari mereka.
Diantara mereka mungkin ada yang mendengar orang yang mengejek Allah mungkin tidak marah dan tidak merasa terusik karenanya. Sebaliknya ketika ada orang yang mengejek syekhnya, maka dengan serta merta mereka akan sangat marah karenanya. Bukankah ini pertanda sikap berlebih-lebihan terhadap wali-wali dan syekh-syekh mereka, melebihi sikap mereka kepada Allah? Dan bahwa cinta mereka kepada para wali melebihi cinta mereka kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman: "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Q.S. Al-Baqorah:165)
Jenis ini termasuk perbuatan syirik yang dikenal dengan nama Syirik Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar